6 Efek Samping Penggunaan Obat Tetes Mata Steroid Tanpa Resep Dokter yang Wajib Diwaspadai

6 Efek Samping Penggunaan Obat Tetes Mata Steroid Tanpa Resep Dokter yang Wajib Diwaspadai

Obat tetes mata yang mengandung kortikosteroid mempunyai peran penting dalam menangani kondisi peradangan mata tertentu. Dalam pengawasan dokter mata, obat ini dapat digunakan untuk mengendalikan inflamasi setelah prosedur tertentu maupun pada penyakit mata yang memang membutuhkan terapi steroid. Namun, manfaat tersebut tidak berarti obat tetes steroid aman digunakan untuk setiap mata merah, gatal, atau terasa tidak nyaman.

Penggunaan tanpa pemeriksaan dokter dapat berbahaya karena penyebab keluhan mata sangat beragam. Mata merah dapat disebabkan alergi, iritasi, infeksi, gangguan kornea hingga kondisi lain yang membutuhkan penanganan berbeda. Steroid dapat mengurangi tanda peradangan sehingga mata seolah membaik, padahal penyebab utama belum tertangani. Berikut enam efek samping dan komplikasi penting yang perlu diwaspadai.

Apa Itu Obat Tetes Mata Steroid?

Obat tetes mata steroid adalah obat mata yang mengandung golongan kortikosteroid.

Beberapa bahan aktif yang digunakan dalam pengobatan mata antara lain dexamethasone, prednisolone, fluorometholone, dan kortikosteroid lainnya.

Fungsi utamanya adalah mengurangi respons peradangan.

Karena mempunyai efek antiinflamasi yang kuat, obat ini digunakan untuk kondisi tertentu berdasarkan pemeriksaan tenaga medis.

Masalah muncul ketika seseorang menggunakan sisa obat lama, meminjam obat milik orang lain, membeli dan menggunakannya tanpa evaluasi yang sesuai, atau terus meneteskan obat karena mata terasa lebih nyaman.

Efek sampingnya dapat menjadi lebih penting ketika obat digunakan dalam waktu lama atau tanpa pemantauan.

1. Tekanan Bola Mata Dapat Meningkat

Salah satu risiko penting penggunaan steroid pada mata adalah peningkatan tekanan intraokular, yaitu tekanan di dalam bola mata.

Respons setiap orang terhadap steroid tidak sama.

Pada sebagian pengguna, tekanan mata dapat meningkat setelah penggunaan steroid.

Masalahnya, peningkatan tekanan tersebut tidak selalu langsung menimbulkan keluhan yang mudah dikenali.

Jika tekanan tetap tinggi dan menyebabkan kerusakan saraf optik, kondisi tersebut dapat berhubungan dengan glaukoma dan gangguan penglihatan.

Inilah salah satu alasan penggunaan steroid mata dalam jangka tertentu memerlukan pemantauan.

Dokter mata dapat melakukan pemeriksaan tekanan intraokular dan menentukan apakah penggunaan obat masih aman.

Mengandalkan perasaan bahwa mata “baik-baik saja” tidak cukup untuk mengetahui kondisi tekanan bola mata.

2. Risiko Katarak Dapat Meningkat pada Penggunaan Berkepanjangan

Penggunaan kortikosteroid pada mata dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko jenis katarak tertentu, terutama posterior subcapsular cataract.

Katarak menyebabkan lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh.

Gejalanya dapat berkembang secara bertahap.

Seseorang dapat mengalami:

  • pandangan kabur;
  • silau;
  • kesulitan melihat dalam kondisi tertentu; atau
  • penurunan kualitas penglihatan.

Risiko tidak berarti setiap orang yang mendapatkan obat tetes steroid pasti mengalami katarak.

Steroid tetap merupakan terapi penting apabila terdapat indikasi medis.

Perbedaannya adalah dokter akan mempertimbangkan manfaat, risiko, dosis, durasi, dan kebutuhan pemantauan.

3. Infeksi Mata Bisa Memburuk atau Tersamarkan

Steroid bekerja dengan menekan respons peradangan.

Efek tersebut bermanfaat untuk kondisi tertentu, tetapi dapat menjadi masalah apabila keluhan sebenarnya disebabkan oleh infeksi.

Steroid dapat membuat sebagian tanda peradangan berkurang sehingga pasien mengira kondisinya membaik.

Padahal, infeksi dapat tetap berlangsung atau memburuk.

Hal ini sangat penting pada beberapa infeksi kornea, termasuk infeksi tertentu yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.

Karena penyebab mata merah tidak dapat selalu ditentukan hanya dengan melihatnya sendiri, penggunaan steroid sebelum diagnosis dapat membuat penanganan menjadi lebih rumit.

Mata merah akibat alergi, iritasi, infeksi, atau peradangan internal mata membutuhkan pendekatan yang berbeda.

4. Penyembuhan Luka pada Kornea Bisa Terhambat

Kornea adalah lapisan transparan pada bagian depan mata.

Ketika kornea mengalami luka atau kerusakan, proses penyembuhan jaringan menjadi sangat penting.

Kortikosteroid dapat memengaruhi respons penyembuhan.

Pada kondisi tertentu, penggunaannya tanpa pengawasan dapat menghambat proses penyembuhan luka pada kornea.

Karena itu, seseorang yang baru mengalami cedera mata tidak sebaiknya langsung menggunakan obat tetes steroid yang tersimpan di rumah.

Cedera mata perlu dinilai berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya.

Terlebih jika mata terkena benda asing, mengalami trauma, atau terdapat dugaan luka pada permukaan kornea.

5. Kornea atau Sklera Dapat Mengalami Penipisan pada Kondisi Tertentu

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah penipisan jaringan mata pada orang yang sudah mempunyai kondisi tertentu pada kornea atau sklera.

Steroid dapat meningkatkan risiko komplikasi pada jaringan yang telah mengalami gangguan.

Dalam keadaan berat, penipisan jaringan dapat menjadi masalah serius.

Risiko seperti ini tidak dapat dinilai sendiri hanya dengan bercermin.

Dokter mata menggunakan pemeriksaan khusus untuk melihat permukaan dan struktur mata dengan lebih detail.

Karena itu, penggunaan steroid pada pasien dengan gangguan kornea membutuhkan pertimbangan medis.

6. Gejala Penyakit Mata Serius Bisa Tertutupi

Salah satu bahaya terbesar penggunaan steroid tanpa pemeriksaan adalah masking effect atau tersamarkannya gejala.

Steroid dapat mengurangi:

  • kemerahan;
  • pembengkakan;
  • rasa tidak nyaman; dan
  • tanda peradangan lainnya.

Akibatnya, seseorang dapat merasa obat bekerja dengan sangat baik.

Padahal, berkurangnya gejala belum tentu berarti penyebab penyakit sudah sembuh.

Jika penyakit utama terus berkembang sementara gejalanya ditekan, diagnosis dan penanganan yang tepat dapat menjadi terlambat.

Karena alasan tersebut, obat yang mampu mengurangi peradangan dengan cepat justru perlu digunakan dengan indikasi yang jelas.

Ringkasan Risiko Obat Tetes Mata Steroid

RisikoDampak yang Perlu Diwaspadai
Tekanan intraokular meningkatRisiko kerusakan saraf optik/glaukoma
KatarakLensa mata menjadi keruh
Infeksi memburukInfeksi dapat berkembang atau tersamarkan
Penyembuhan melambatLuka kornea dapat lebih sulit pulih
Penipisan jaringanKornea/sklera tertentu dapat mengalami komplikasi
Gejala tersamarkanPenyakit terlihat membaik padahal penyebab masih ada

Mengapa Mata Merah Tidak Boleh Langsung Diberi Steroid?

Mata merah bukan nama sebuah penyakit.

Mata merah adalah gejala yang dapat mempunyai banyak penyebab.

Sebagian kasus mungkin berasal dari kondisi ringan, tetapi sebagian lainnya membutuhkan pemeriksaan segera.

Menggunakan steroid hanya karena mata terlihat merah sama seperti mengobati gejala tanpa mengetahui penyebabnya.

Dokter mata dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah masalah berasal dari konjungtiva, kornea, bagian dalam mata, tekanan bola mata, atau struktur lainnya.

Setelah penyebab diketahui, terapi dapat dipilih dengan lebih tepat.

Waspadai Obat Tetes Kombinasi

Sebagian obat mata tidak hanya mengandung satu bahan aktif.

Ada produk yang menggabungkan kortikosteroid dengan antibiotik.

Keberadaan antibiotik dalam produk tersebut tidak membuat steroid otomatis aman digunakan untuk semua keluhan mata.

Antibiotik hanya bekerja untuk kondisi tertentu yang disebabkan bakteri dan tidak mengatasi semua penyebab mata merah.

Karena itu, periksa kandungan obat dan gunakan obat resep sesuai petunjuk dokter.

Jangan menggunakan obat mata milik anggota keluarga lain hanya karena gejalanya terlihat mirip.

Apakah Steroid Mata Selalu Berbahaya?

Tidak.

Steroid mata merupakan obat penting dalam bidang oftalmologi.

Dokter dapat meresepkannya ketika manfaat terapi lebih besar dibandingkan risikonya.

Steroid dapat digunakan untuk mengendalikan peradangan pada berbagai kondisi mata tertentu.

Yang perlu dihindari adalah penggunaan tanpa diagnosis, dosis yang tidak sesuai, pemakaian lebih lama dari anjuran, atau menghentikan dan memulai kembali terapi sendiri.

Jika dokter memberikan jadwal penurunan dosis secara bertahap, ikuti petunjuk tersebut dan jangan mengubahnya sendiri.

Kapan Keluhan Mata Perlu Segera Diperiksa?

Mata merah sebaiknya tidak dianggap sepele jika disertai gejala yang mengkhawatirkan.

Segera cari pertolongan medis apabila mengalami penurunan atau perubahan penglihatan, nyeri mata yang signifikan, sangat sensitif terhadap cahaya, cedera mata, paparan bahan kimia, atau keluhan yang memburuk dengan cepat.

Keluhan pada pengguna lensa kontak juga perlu mendapatkan perhatian karena beberapa infeksi kornea dapat berkembang serius.

Jika sedang menggunakan obat tetes mata steroid dan kondisi justru memburuk, jangan menambah frekuensi obat sendiri.

Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan evaluasi.

Cara Lebih Aman Menggunakan Obat Tetes Mata Resep

Jika steroid memang diresepkan dokter, gunakan sesuai dosis dan durasi yang ditentukan.

Cuci tangan sebelum menggunakan obat.

Hindari menyentuhkan ujung botol langsung ke mata, kelopak, jari, atau permukaan lain karena dapat mencemari obat.

Jangan berbagi obat tetes mata dengan orang lain.

Perhatikan pula masa penggunaan dan petunjuk penyimpanan produk.

Jika terapi berlangsung cukup lama, dokter mungkin meminta pasien kembali untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk memeriksa tekanan bola mata.

Kontrol tersebut merupakan bagian penting dari keamanan terapi.

Obat tetes mata steroid bukan obat yang harus ditakuti ketika memang dibutuhkan, tetapi juga bukan obat yang tepat untuk dicoba sendiri setiap kali mata merah. Diagnosis yang benar menentukan apakah steroid diperlukan, harus dihindari, atau justru perlu dikombinasikan dengan terapi lain.

Tags :
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest